Isu pemasangan pagar pembatas di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan, akhirnya mendapat klarifikasi dari para petinggi industri ritel. Lippo Group dan Pakuwon Group menegaskan bahwa keberadaan pagar tersebut murni merupakan inisiatif manajemen operasional lokal, bukan kebijakan korporasi pusat, dan akan segera dibongkar demi menjaga kenyamanan publik.
Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, memastikan bahwa pagar yang sempat memicu perhatian di media sosial tersebut akan segera dilepas. Menurutnya, langkah pemasangan pembatas fisik di Kokas diambil sepihak oleh manajemen lokal tanpa adanya instruksi dari jajaran pemegang saham maupun kantor pusat holding.
Senada dengan hal itu, Chairman Lippo Group sekaligus Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, menjelaskan bahwa pengamanan ekstra seperti pagar memang sempat relevan saat masa kerusuhan di masa lampau. Namun, seiring dengan situasi keamanan nasional yang terus membaik dan kondusif, fasilitas pengaman tersebut sudah lama ditiadakan di jaringan mal mereka.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turut mengapresiasi respons cepat dari kedua tokoh bisnis tersebut setelah berkomunikasi langsung dengan Alexander Tedja. Langkah pembongkaran ini dinilai penting untuk mencegah spekulasi liar dan persepsi keliru di tengah masyarakat mengenai stabilitas keamanan nasional.
Di sisi lain, James Riady optimistis dengan prospek industri ritel tanah air yang saat ini tengah memasuki masa keemasan. Tingginya minat pelaku usaha untuk menyewa ruang usaha di pusat perbelanjaan modern menjadi bukti kuat bahwa roda ekonomi dan daya beli masyarakat tetap bergerak positif.
Sebagai informasi, Lippo Group saat ini mengelola 106 pusat perbelanjaan di 29 kota di Indonesia, sementara Pakuwon Group menguasai jaringan mal besar di Jakarta, Surabaya, Solo, dan Yogyakarta. Ekspansi yang terus berlanjut dari kedua raksasa properti ini mencerminkan optimisme tinggi terhadap iklim investasi domestik yang aman dan stabil.