Sucor Sekuritas tengah mematangkan persiapan untuk membawa dua perusahaan baru ke lantai bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) pada semester kedua tahun 2026. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan bahwa kedua calon emiten tersebut berasal dari sektor teknologi dan media.

Bernadus menegaskan bahwa pemilihan calon emiten dilakukan dengan sangat selektif. Fokus utama perusahaan terletak pada kondisi fundamental, valuasi yang kompetitif, serta posisi strategis perusahaan di tengah persaingan industri masing-masing. Pendekatan ini terbukti berhasil pada pencatatan saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang mencatatkan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 273,37 kali.

Terkait antusiasme investor, Bernadus menyoroti dominasi sektor kesehatan yang saat ini menarik minat pasar cukup tinggi. Hal ini tercermin dari suksesnya IPO PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang mencatatkan pesanan hingga 1,2 juta. Tren ini dinilai selaras dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan pascapandemi.

Meski sektor konsumer masih menjadi primadona di tengah fluktuasi suku bunga, Sucor Sekuritas tetap optimistis terhadap sektor teknologi. Optimisme tersebut didasari oleh rekam jejak perusahaan yang sebelumnya sukses mengawal IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) pada akhir 2025 dengan tingkat oversubscription mencapai lebih dari 300 kali.

Hingga saat ini, pihak Sucor Sekuritas masih merahasiakan identitas perusahaan yang akan melantai di bursa. Namun, kepastian mengenai jadwal eksekusi akan terus dipantau berdasarkan kondisi pasar dan kesiapan fundamental calon emiten terkait.