Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah berupaya merombak tata kelola olahraga nasional dengan mengadopsi praktik terbaik dari Amerika Serikat. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi delegasi NOC Indonesia dalam International Visitor Leadership Program (IVLP) di Negeri Paman Sam untuk mempelajari sistem pengembangan atlet yang terintegrasi.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan tolok ukur ideal mengingat konsistensi prestasi mereka di kancah Olimpiade. Menurutnya, kesuksesan AS bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari ekosistem yang mapan, mencakup sektor pendidikan, pemasaran olahraga, hingga pendanaan yang kuat.

Salah satu poin utama yang dipelajari adalah peran universitas sebagai jalur pembibitan atlet elit atau yang dikenal dengan sistem NCAA. Okto menambahkan bahwa model ini sangat relevan untuk diadaptasi di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah dalam memajukan olahraga nasional melalui program pelatihan jangka panjang yang terstruktur.

Selama rangkaian kunjungan di empat negara bagian, delegasi Indonesia mendalami berbagai aspek strategis, mulai dari kunjungan ke fasilitas olahraga kampus di Indiana hingga diskusi intensif dengan Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) di Colorado Springs. Fokus pembahasan mencakup tata kelola anti-doping, sport science, hingga diversifikasi sumber pendanaan.

Hasil dari rangkaian kunjungan ini nantinya akan dikaji lebih lanjut dan dilaporkan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Pemerintah berharap dapat mengimplementasikan konsep yang paling sesuai dengan karakteristik Indonesia guna memastikan keberlanjutan prestasi atlet di masa depan.