Xbox tengah bersiap menghadapi era baru di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) terbarunya, Asha Sharma. Melalui sejumlah langkah strategis yang baru-baru ini diungkapkan, divisi game milik Microsoft ini bertekad memperkuat posisinya di pasar industri game global dengan menargetkan pertumbuhan pengguna secara masif dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam sebuah memo internal yang ditujukan kepada para karyawan, Sharma memaparkan visi perusahaan yang bertumpu pada empat prinsip utama, yang dikenal sebagai 4C: Core (Inti), Content (Konten), Creation (Kreasi), dan Connection (Koneksi). Rencana bisnis ini akan dieksekusi dalam tiga tahapan strategis yang terstruktur. Tahap awal berfokus pada penyelarasan arah dengan arahan CEO Microsoft, Satya Nadella, guna memicu pertumbuhan pada tahun fiskal 2027.

Selanjutnya, tahap kedua akan mengintegrasikan prinsip 4C ke dalam peta jalan bisnis guna mempercepat pertumbuhan pendapatan pada periode 2028 hingga 2029. Puncaknya, pada tahap ketiga di tahun 2030, Xbox menargetkan untuk menyentuh angka 500 juta pengguna aktif harian (Daily Active Users/DAU). Target ambisius ini menuntut lompatan signifikan hingga lima kali lipat dari jumlah basis pengguna saat ini yang berada di kisaran 100 juta pengguna harian.

Salah satu poin penting dari pilar Creation adalah optimalisasi game legendaris, Minecraft. Xbox berencana mentransformasi game garapan Mojang tersebut menjadi platform bagi para kreator global secara lebih luas. Langkah ini diprediksi mengadopsi model bisnis yang serupa dengan kesuksesan Roblox, di mana para pengguna tidak hanya bermain tetapi juga dapat memonetisasi konten kreasi mereka.

Kendati rencana ini terdengar menjanjikan, pencapaian target tersebut dalam kurun waktu kurang dari lima tahun dipastikan akan menghadapi tantangan berat. Melipatgandakan jumlah pengguna aktif harian di tengah persaingan industri game yang kian ketat memerlukan konsistensi serta inovasi yang masif dari Microsoft dan tim Xbox.