Kebutuhan akan efisiensi penggunaan energi listrik kini menempati posisi krusial seiring dengan melonjaknya konsumsi daya masyarakat serta pesatnya adopsi kendaraan listrik. Fenomena ini memicu munculnya berbagai inovasi teknologi pengelolaan energi yang dipamerkan dalam ajang IndoBuildTech 2026, yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, pada 8 hingga 12 Juli 2026.

Dalam pameran tersebut, fokus utama para pelaku industri tertuju pada perangkat pendukung efisiensi, seperti sistem inverter, perangkat pengisian daya kendaraan listrik (EV charger), dan teknologi penyimpanan energi terintegrasi. Salah satu partisipan, PT Belomi Integrasi Sistem, memperkenalkan solusi dari merek Suntree dan Deye yang dirancang untuk menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus meminimalisasi pemborosan energi.

Sorotan utama tertuju pada inovasi Deye Micro Hybrid Energy Storage System (ESS). Perangkat ini menawarkan fleksibilitas tinggi dengan menggabungkan fungsi inverter dan cadangan daya dalam satu unit ringkas. Dengan kapasitas mencapai 2.500 watt, sistem ini mampu menyimpan energi yang dapat dioptimalkan penggunaannya saat kondisi darurat atau di wilayah dengan akses listrik yang terbatas.

Keunggulan teknis sistem ini terletak pada kemampuannya untuk melakukan pengisian daya dari dua sumber berbeda, yakni panel surya fotovoltaik maupun jaringan arus bolak-balik dari PLN. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengelola kebutuhan listrik secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kehadiran teknologi penyimpanan energi ini menjadi jawaban atas tantangan ketidakstabilan pasokan listrik yang kerap terjadi. Dengan kemampuan pemantauan kinerja melalui layar sentuh LCD secara langsung, pengguna dapat memastikan keandalan pasokan energi tetap terjaga meski terjadi gangguan pada jaringan utama, sekaligus memperkuat komitmen penggunaan energi yang lebih efisien di masa depan.