Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Melalui keputusan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Jakarta baru-baru ini, organisasi para saudagar NU tersebut berkomitmen untuk terlibat aktif dalam penguatan kemandirian ekonomi bagi lebih dari 100 juta warga Nahdliyin di seluruh Indonesia.
Langkah taktis ini diambil HPN guna menyelaraskan gerak dengan Peta Jalan NU Digdaya 2050. Asosiasi wirausaha tersebut mengusulkan integrasi jejaring bisnis secara komprehensif, mulai dari sektor hulu hingga hilir, sebagai pilar penting demi mewujudkan kemaslahatan umat serta kemandirian organisasi dalam jangka panjang.
Ketua Umum HPN, H. Dede Supriyadi Arief, menegaskan bahwa para pengusaha Nahdliyin harus mengambil peran strategis dalam peta jalan baru NU. HPN menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi secara profesional dengan siapa pun Ketua Umum PBNU yang terpilih nanti, terutama dalam memperkuat sektor ketahanan ekonomi, industri, perdagangan, dan kewirausahaan.
Sebagai bagian dari rangkaian pra-Muktamar, HPN juga mengagendakan "Rembug Pengusaha Nahdliyin se-Nusantara" di Nganjuk, Jawa Timur. Sekretaris Jenderal HPN, H. Sugeng, mengungkapkan forum ini akan mempertemukan para pengusaha daerah sekaligus menjadi ajang dialog interaktif dengan para kandidat Ketua Umum PBNU mengenai isu strategis kewirausahaan dan solusi konkret ekonomi umat.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Muspimnas HPN, Rendy Prihartono, mengharapkan momentum akbar Muktamar ke-35 NU tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi struktural organisasi, melainkan juga katalisator bangkitnya jejaring ekonomi warga Nahdliyin secara nasional agar tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan.