Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi kini tengah merancang strategi alternatif guna mengatasi keterbatasan anggaran pembinaan atlet di wilayah tersebut. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan merangkul korporasi swasta melalui program kolaborasi bernama "Bapak Angkat" untuk cabang olahraga potensial.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, mengungkapkan bahwa alokasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemerintah Provinsi Jambi tahun ini merosot hingga ke angka kisaran Rp10 miliar. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan efisiensi serta kondisi defisit anggaran yang tengah melanda kas daerah.

Informasi tersebut dibagikan Mat Sanusi dalam acara diskusi santai bersama awak media di Jambi. Ia menyampaikan keprihatinannya atas minimnya dana operasional pembinaan olahraga, mengingat kebutuhan finansial untuk mencetak atlet berprestasi dan mengelola cabang olahraga tergolong cukup besar.

Guna menjembatani jurang kebutuhan tersebut, KONI Jambi tengah mempersiapkan skema kemitraan strategis dengan sejumlah korporasi besar yang beroperasi di wilayah Jambi. Melalui skema ini, korporasi diharapkan bersedia menyokong pendanaan langsung pada pembinaan cabang olahraga binaan yang dinilai produktif.

Mat Sanusi menekankan bahwa investasi di sektor olahraga bukan sekadar tanggung jawab sosial biasa, melainkan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah. KONI pun berkomitmen menjaga transparansi kemitraan ini, di mana perusahaan penyokong dana juga akan mendapatkan nilai tambah berupa promosi merek (branding) dan citra publik yang positif.