Reebok kembali menggebrak pasar sepatu basket dunia dengan merilis seri terbaru, Engine A "Pump". Langkah ini menandai kembalinya teknologi legendaris "Pump" yang sempat menjadi tren global pada awal era 1990-an. Kehadiran produk ini sekaligus mempertegas komitmen Reebok untuk merebut kembali masa kejayaannya di ranah olahraga basket setelah sempat absen selama satu dekade.
Teknologi "Pump" pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 dan mencapai puncak popularitasnya saat bintang NBA, Dee Brown, memompa sepatunya sesaat sebelum menjuarai NBA Slam Dunk Contest 1991. Melalui Engine A "Pump", Reebok memberikan penghormatan khusus kepada siluet legendaris Pump Omni Zone II yang dikenakan oleh Brown kala itu.
Secara desain, sepatu ini mengombinasikan estetika futuristik berpotongan rendah dengan kerangka luar sintetis cetakan satu bagian di atas lapisan tekstil jala yang bersirkulasi udara baik. Untuk performa di lapangan, Reebok menyematkan platform Energy Return System (ERS) yang dipadukan dengan bantalan SuperFloat untuk memberikan stabilitas dan kenyamanan responsif bagi penggunanya.
Berbeda dengan versi orisinalnya yang membutuhkan pompa udara manual untuk menyesuaikan kerapatan kaki, teknologi "Pump" pada iterasi modern ini lebih berfungsi sebagai penghormatan visual dan historis. Desainnya mempertahankan detail kontras berwarna oranye tajam serta penempatan grafis khas yang memperkuat nuansa nostalgia 35 tahun warisan teknologi tersebut.
Bagi para kolektor dan pencinta olahraga basket, Reebok Engine A "Pump" dijadwalkan rilis pada Jumat (31/7) waktu Amerika Serikat melalui situs resmi pabrikan. Sepatu basket berperforma tinggi ini dibanderol dengan harga retail sebesar 160 Dolar AS.