Pemerintah Kota Bandung bersiap menggelar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung maraton selama lima hari, dari tanggal 14 hingga 18 Agustus 2026. Demi menjaga kekhidmatan momen bersejarah ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa upacara pengibaran bendera pada pagi hari tanggal 17 Agustus akan dijalankan murni secara kenegaraan tanpa adanya sisipan acara hiburan.
Farhan menjelaskan bahwa agenda perayaan tahun ini dimulai lebih cepat, menyelaraskan dengan momentum pidato kenegaraan Presiden pada 14 Agustus. Seluruh persiapan teknis kini telah memasuki fase finalisasi, termasuk proses pemantapan latihan bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bandung yang dijadwalkan dikukuhkan di Pendopo Kota Bandung pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
Setelah prosesi pengukuhan rampung, para anggota Paskibraka akan langsung berpartisipasi dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Cikutra pada momentum pergantian hari menuju 16 Agustus. Selepas itu, konsentrasi panitia akan sepenuhnya tertuju pada penyempurnaan detail teknis upacara detik-detik proklamasi.
Terkait keputusannya memisahkan agenda seremonial dengan hiburan, Farhan menekankan pentingnya menghormati jasa para pahlawan dengan pelaksanaan upacara yang bersih dari gangguan non-protokoler. Ia menginstruksikan agar prosesi pagi hari berlangsung seratus persen sesuai dengan standar operasional prosedur kenegaraan yang berlaku.
Sebagai gantinya, panggung hiburan rakyat disiapkan bagi warga Kota Bandung di area Balai Kota mulai pukul 16.00 hingga 17.15 WIB. Pembagian waktu ini sengaja dirancang agar masyarakat luas tetap dapat merasakan kemeriahan pesta kemerdekaan sebelum upacara penurunan bendera merah putih dilaksanakan pada sore harinya di lokasi yang sama.
Penutupan seluruh rangkaian agenda HUT RI ini dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026. Farhan berharap rangkaian kegiatan yang padat ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan mampu membangkitkan rasa nasionalisme, memperkokoh penghormatan terhadap sejarah bangsa, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga Bandung.