Sektor telekomunikasi di Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan prediksi peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) agregat sebesar 4% pada kuartal II/2026. Menariknya, pertumbuhan ini diproyeksikan tetap terjaga meskipun periode tersebut tidak bertepatan dengan musim puncak permintaan yang biasanya terjadi pada masa Natal dan Tahun Baru.
Tren positif ini memberikan optimisme baru bagi para pelaku pasar terhadap prospek saham emiten telekomunikasi untuk sisa tahun 2026. Stabilitas kinerja ini dinilai menjadi indikator ketahanan sektor telekomunikasi dalam menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan ekonomi.
Analisis data menunjukkan bahwa sejak Mei hingga Juni 2026, para pemain utama industri ini—yakni PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL)—telah berhasil melanjutkan tren perbaikan harga. Pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan tersebut tercatat konsisten sejak Oktober 2025, yang mencerminkan kepercayaan investor yang kian menguat terhadap strategi monetisasi yang diterapkan oleh para operator.