Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam, To Lam, memberikan arahan strategis kepada jajaran Departemen Teknis dan Operasional Kementerian Keamanan Publik. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para petinggi negara, ia menekankan urgensi modernisasi sektor teknis sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan nasional serta ketertiban sosial di tengah dinamika tantangan global yang semakin kompleks.
Presiden To Lam memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi pasukan teknis yang telah bertugas selama lebih dari 72 tahun. Ia menegaskan bahwa peran divisi ini harus bertransformasi menjadi "mata dan telinga" negara yang cerdas. Hal ini mencakup integrasi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan pengolahan data berskala besar (big data) guna mendeteksi serta menetralisir ancaman keamanan secara proaktif sebelum eskalasi terjadi.
Selain aspek teknologi, Presiden To Lam menyoroti pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia. Ia menginstruksikan pembentukan kader-kader yang tidak hanya memiliki loyalitas tinggi dan integritas hukum, tetapi juga kepiawaian di bidang sains, teknologi, serta kemahiran berbahasa asing. Baginya, kemandirian teknologi dan penguasaan sumber daya manusia adalah kunci utama dalam menghadapi risiko keamanan di ruang siber dan wilayah baru lainnya.
Sebagai penutup, ia menyatakan keyakinannya bahwa dengan semangat inovasi dan keberanian untuk bertindak demi kepentingan nasional, jajaran Keamanan Publik Rakyat akan mampu menjawab tantangan masa depan. Fokus utamanya adalah membangun kekuatan yang mampu melindungi transformasi digital nasional sekaligus membentengi negara dari berbagai upaya eksploitasi oleh pihak asing maupun aktor kriminal.