Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini tengah mematangkan sistem keamanan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mengerahkan 600 personel bintara pilihan. Pasukan tersebut disiapkan secara khusus untuk mendukung ekosistem keamanan modern yang mengandalkan integrasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, mengungkapkan bahwa ratusan personel ini telah menjalani persiapan intensif sejak tahun lalu. Mereka diproyeksikan untuk mengoperasikan berbagai perangkat keamanan canggih, mulai dari sistem CCTV terintegrasi, body worn camera, hingga pusat komando (command center) yang menjadi tulang punggung keamanan ibu kota baru.

Saat ini, operasional kepolisian di kawasan tersebut masih bersifat sementara dengan dukungan sekitar 80 personel yang menempati fasilitas dari Otorita IKN. Pembangunan gedung definitif untuk Polresta IKN sendiri tengah dikebut dan diproyeksikan selesai sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang. Seiring dengan peningkatan aktivitas pemerintahan dan jumlah penduduk, jumlah personel akan terus ditambah secara bertahap.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut positif langkah strategis Polri ini. Menurutnya, kehadiran struktur kepolisian yang definitif menjadi elemen krusial dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial dan ketertiban di kawasan yang sedang bertransformasi menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

Sinergi antara Polri dan Otorita IKN diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan efisien. Langkah ini tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat yang akan bermukim dan beraktivitas di Ibu Kota Nusantara.