Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi memulai kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Haryo Mataram, Solo, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 11.237 mahasiswa baru disambut langsung oleh Rektor UNS beserta Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., yang hadir memberikan kuliah umum.

Dalam orasi ilmiahnya, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya generasi muda menjaga integritas kebangsaan di tengah arus digitalisasi. Menurutnya, mahasiswa sebagai motor penggerak bonus demografi wajib menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, namun tetap memiliki jiwa patriotisme untuk memajukan Indonesia melalui optimalisasi sumber daya alam dan manusia.

Selain itu, Ace juga menaruh perhatian serius terhadap pencegahan kekerasan seksual dan perundungan siber (cyberbullying) di lingkungan akademis. Ia mendorong civitas akademika UNS untuk menciptakan ruang belajar yang aman serta memiliki keberanian untuk melaporkan segala bentuk tindakan yang melanggar nilai kemanusiaan dan kesetaraan gender.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., mengungkapkan bahwa belasan ribu mahasiswa baru tersebut berhasil tersaring dari total 164.292 pendaftar. Tingginya minat masyarakat ini memosisikan UNS di peringkat kedua sebagai perguruan tinggi negeri dengan peminat terbanyak di Indonesia pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Memasuki usia ke-50 tahun pengabdian, Hartono menegaskan bahwa universitas masa depan harus mampu berfungsi sebagai jangkar transformasi sosial. Mahasiswa baru dituntut tidak sekadar menjadi konsumen pengetahuan (consumer of knowledge), melainkan aktif menciptakan solusi inovatif (creator of knowledge) atas tantangan global seperti perkembangan kecerdasan buatan (AI) hingga perubahan iklim.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak mahasiswa mengimplementasikan lima karakter utama, yaitu aktif, inklusif, humanis, adaptif, dan berdaya saing global. Semboyan UNS "Mangesti Luhur Ambangun Nagari" diharapkan menjadi landasan moral bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan demi kemaslahatan masyarakat.