GWK Cultural Park Bali kembali sukses menyelenggarakan perhelatan tahunan Pesta Rakyat 2026 bertepatan dengan puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki edisi keenam, festival ini berhasil menyedot antusiasme ribuan pengunjung melalui perpaduan apik antara pertunjukan seni, pesta kuliner, pemberdayaan pelaku usaha lokal, dan kampanye kelestarian alam.
Mengusung akronim PESTA—Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari—kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif. Konsep tersebut mempertemukan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda Bali, untuk mengekspresikan nasionalisme dalam bingkai kebersamaan dan kreativitas.
Kemeriahan acara diawali dengan Program Dolanan yang melibatkan ratusan peserta dalam berbagai perlombaan tradisional khas tujuh belasan, seperti panjat pinang, bakiak, dan egrang. Selain itu, semangat kebinekaan tecermin dalam Kirab Budaya yang diikuti oleh ratusan siswa sekolah dasar dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara, diiringi dinamisnya musik gamelan Baleganjur.
Panggung hiburan Pesta Rakyat turut diguncang oleh penampilan sejumlah musisi dan kelompok seni ternama, mulai dari teater sekolah hingga grup musik nasional seperti D’Masiv dan Juicy Luicy, sebelum ditutup dengan pertunjukan kembang api yang megah. Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif bergerak aktif melalui stan kuliner bertema kemerdekaan serta pasar UMKM lokal yang memfasilitasi pemasaran produk kerajinan tangan khas daerah.
Tidak hanya fokus pada kemeriahan, aspek ekologis juga menjadi pilar utama festival ini melalui pengumpulan dan pemilahan ratusan kilogram sampah selama acara berlangsung. Bekerja sama dengan mitra daur ulang lokal, GWK Cultural Park mengolah sampah organik menjadi kompos dan menyalurkan sampah anorganik untuk diproses kembali menjadi barang bernilai guna, sekaligus memberikan edukasi pengelolaan limbah kepada para pengunjung.