BPJS Kesehatan berkomitmen memperkuat inklusivitas jaminan sosial dengan meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (LANURI). Inisiatif ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna memastikan hak atas akses kesehatan tetap terpenuhi tanpa terkendala jarak maupun geografis.

Dalam upaya pemerataan akses, BPJS Kesehatan mengedepankan dua kanal utama. Pertama, Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA), yaitu sebuah platform konferensi video yang memungkinkan warga berinteraksi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan secara real-time. Kedua, layanan jemput bola melalui BPJS Keliling yang secara aktif mendatangi lokasi-lokasi dengan keterbatasan infrastruktur digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyatakan bahwa program LANURI merupakan bagian dari target 100 hari kerja jajaran direksi. Hingga saat ini, layanan tersebut telah diimplementasikan serentak di 558 titik di seluruh Indonesia. Pujo menegaskan bahwa sinergi ini sangat krusial mengingat tantangan geografis dan kesenjangan literasi digital yang masih nyata di sejumlah pelosok daerah.

Keberhasilan program ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektoral. Kementerian Koperasi berencana mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat akses internet bagi masyarakat, sementara pihak TNI berkomitmen memanfaatkan jaringan fasilitas kesehatan serta mengerahkan personil Babinsa untuk mendukung mobilisasi layanan hingga ke pulau-pulau terpencil.

Data mencatat, selama periode Januari hingga Mei 2026, kanal VIOLA telah diakses sebanyak 218.729 kali, dengan mayoritas pengguna berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK). Inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memangkas hambatan administratif yang selama ini dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil.