BPJS Kesehatan kini semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui peluncuran program Layanan Ujung Negeri (LANURI). Langkah strategis ini dirancang untuk mengatasi hambatan geografis dan keterbatasan infrastruktur yang selama ini menyulitkan akses masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dalam mendapatkan layanan jaminan kesehatan.
Di wilayah kerja Cabang Kediri, implementasi program ini diwujudkan melalui pengoperasian enam titik layanan strategis yang mencakup Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, hingga Kabupaten Nganjuk. Inisiatif ini tidak hanya mengandalkan mobilitas BPJS Keliling, tetapi juga pemanfaatan teknologi Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) guna memberikan kemudahan administratif secara real-time.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, menegaskan bahwa LANURI adalah manifestasi dari semangat gotong royong untuk memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak akses kesehatan yang setara. Melalui layanan VIOLA berbasis video conference, peserta dapat melakukan perubahan data, konsultasi, hingga pengaduan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.
Data nasional mencatat antusiasme yang tinggi terhadap layanan ini, dengan lebih dari 218 ribu pemanfaatan layanan VIOLA selama periode Januari hingga Mei 2026. Dominasi penggunaan didominasi oleh segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang kerap membutuhkan asistensi terkait kepesertaan dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Program yang menjadi bagian dari agenda Quick Wins 100 hari kerja Direksi BPJS Kesehatan ini turut didukung oleh kolaborasi lintas sektoral, termasuk dari unsur TNI melalui keterlibatan Babinsa dan dukungan jaringan koperasi desa. Sinergi masif ini diharapkan mampu mengikis disparitas akses layanan publik sekaligus meningkatkan cakupan jaminan kesehatan yang merata hingga ke pelosok negeri.