Persik Kediri resmi melakukan langkah strategis dalam restrukturisasi manajemen dengan menunjuk Dyaradzi Aufa Taruna, atau yang akrab disapa Razzi Taruna, sebagai Direktur Olahraga. Langkah ini menjadi tonggak sejarah bagi klub berjuluk Macan Putih tersebut, mengingat posisi ini baru pertama kali dibentuk sejak empat tahun di bawah kendali Arthur Irawan.
Razzi Taruna bukanlah sosok asing dalam kancah sepak bola nasional. Ia memiliki rekam jejak impresif saat menjabat sebagai manajer tim PSIM Yogyakarta selama dua musim terakhir. Keberhasilannya mengantarkan Laskar Mataram menjuarai Pegadaian Liga 2 2024/2025 sekaligus meraih tiket promosi ke BRI Super League menjadi bukti nyata kompetensi manajerial yang ia miliki.
Direktur Utama Persik Kediri, Souraiya Farina, mengungkapkan bahwa kehadiran Razzi merupakan bagian dari visi besar klub untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih modern, kompetitif, dan terstruktur. Menurutnya, sosok Razzi yang enerjik dinilai sangat selaras dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung oleh Persik Kediri.
Menanggapi penunjukan tersebut, Razzi Taruna menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen tim. Ia meyakini bahwa potensi besar yang dimiliki Persik Kediri menjadi modal utama untuk meraih prestasi yang lebih baik di musim mendatang, sembari berkomitmen untuk terus mengembangkan kualitas klub secara profesional.