PT Bank Mega Tbk memperkuat posisinya dalam industri keuangan nasional dengan menjadi salah satu dari tujuh perbankan pertama (first mover) yang menerapkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel. Langkah strategis ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan bisnis kartu kredit perseroan sekaligus mendukung kedaulatan sistem pembayaran domestik yang digagas oleh Bank Indonesia bersama asosiasi industri terkait.
KKI ritel sendiri hadir sebagai instrumen pembayaran berbasis kredit (deferred payment) dengan pemrosesan transaksi yang seluruhnya dilakukan di dalam negeri. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), kartu ini dirancang untuk menyajikan opsi transaksi nontunai yang lebih aman, efisien, dan mandiri bagi masyarakat luas.
Perwakilan Bank Mega, Hariantono, menjelaskan bahwa partisipasi perseroan dalam inisiatif ini sejalan dengan komitmen memperluas adopsi pembayaran nontunai yang transparan. Menurutnya, momentum peluncuran KKI memberikan peluang besar bagi Bank Mega untuk memperluas ekosistem keuangan, meningkatkan volume penjualan, serta mempercepat akuisisi nasabah baru melalui layanan digital yang adaptif.
Senada dengan hal tersebut, Credit Card Unsecured Loan (CCUL) Product and Portfolio Head Bank Mega, Yan Adisesha Gandhi, menekankan pentingnya peran perbankan dalam melahirkan inovasi yang relevan dengan arah ekonomi digital Indonesia. Kehadiran KKI diharapkan mampu memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mulus dan praktis demi memenuhi kebutuhan finansial masyarakat modern.