TANGERANG – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang bersiap menggelar turnamen sepak bola antar-Satuan Kerja (Satker). Kompetisi olahraga ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Banten.
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi fisik, melainkan juga wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi, sportivitas, serta kekompakan di antara para penegak hukum. Melalui kolaborasi di lapangan hijau, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat guna mendukung pelayanan peradilan yang profesional dan berintegritas tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana, Ari, mengungkapkan bahwa esensi utama dari turnamen ini adalah memperkokoh rasa persaudaraan di lingkungan warga peradilan. Menurutnya, momentum olahraga bersama ini sangat efektif untuk membangun jiwa korsa dan kekompakan yang nantinya akan berdampak positif pada kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.
Turnamen ini diikuti oleh delapan unit kerja yang tergabung dalam enam tim tangguh, yaitu PN Tangerang selaku tuan rumah, PN Jakarta Timur, PN Jakarta Pusat, PN Depok, PN Bale Bandung, serta perwakilan dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum). Seluruh tim diperkuat oleh kombinasi para hakim dan aparatur peradilan setempat.
Berdasarkan jadwal yang disusun panitia, pertandingan pembuka akan mempertemukan tuan rumah PN Tangerang melawan PN Jakarta Timur. Pertandingan selanjutnya akan menyajikan laga sengit antara Badan Peradilan Umum menghadapi PN Jakarta Pusat, disusul duel PN Depok melawan PN Jakarta Timur. Laga lainnya juga akan mempertemukan PN Jakarta Pusat dengan PN Bale Bandung, PN Tangerang kontra PN Depok, serta ditutup oleh pertandingan antara PN Bale Bandung melawan Badan Peradilan Umum.
Koordinator Perlengkapan, Hendra Azwar, memastikan kesiapan teknis di lapangan sudah berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa seluruh sarana dan prasarana pendukung pertandingan telah dipersiapkan dengan matang demi kelancaran acara.
Acara ini juga dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Mahkamah Agung, termasuk Hakim Agung, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, pejabat teras MA, serta Ketua Pengadilan Tinggi Banten. Kehadiran para pimpinan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan soliditas internal lembaga peradilan di Indonesia.