AMBULU – UPTD Puskesmas Ambulu menjadi fokus perhatian nasional seiring kunjungan kerja dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia pada 5-6 Agustus 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Targeted Health Facility Assessment (tHFA) yang didanai oleh Global Fund, bertujuan memperkuat tata kelola penanggulangan tiga penyakit menular utama: HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria.
Delegasi peninjau yang dipimpin oleh Koordinator Tim BRIN, Riswal Nafi Siregar, S.Si., M.Si., bersama Yasmin, S.KM., perwakilan dari Kemenkes RI, memantau langsung alur pelayanan di puskesmas tersebut. Evaluasi komprehensif dilakukan mulai dari proses skrining dini, ketepatan diagnosis, manajemen tata laksana kasus, hingga sistem pemantauan dan evaluasi pasien yang berjalan di fasilitas kesehatan tingkat pertama ini.
Dalam implementasinya di lapangan, kader kesehatan setempat terbukti menjadi tulang punggung keberhasilan program. Para kader aktif melakukan pelacakan kasus baru di tengah masyarakat, mendampingi kepatuhan minum obat bagi penderita TBC, serta mengedukasi warga mengenai deteksi dini malaria dan HIV. Langkah kolaboratif ini dinilai vital untuk memutus rantai penularan di tingkat akar rumput.
Kepala UPTD Puskesmas Ambulu, dr. Widiarti, menyambut baik monitoring ini dan menyatakan komitmen penuh jajarannya. Menurutnya, asesmen tHFA menjadi pemacu semangat bagi seluruh staf medis dan kader untuk terus memvalidasi serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Pihaknya optimis sinergi lintas sektor ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi derajat kesehatan masyarakat Ambulu.
Melalui evaluasi berkala yang berbasis data akurat, Puskesmas Ambulu diharapkan mampu mengoptimalkan intervensi medis dan merumuskan kebijakan layanan yang lebih efektif. Dukungan berkelanjutan dari Global Fund, BRIN, dan Kemenkes ini diharapkan menjadi cetak biru penguatan sistem kesehatan nasional dalam menekan angka kasus penyakit menular di Indonesia.