PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mematangkan strategi ekspansi bisnis dengan berfokus pada penguatan segmen ritel, terutama melalui pembiayaan konsumer dan Usaha Kecil Menengah (SME). Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda 'Synergy Roadshow 2026' yang digelar bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Yogyakarta pada Jumat (24/7/2026).
Pertemuan strategis ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penyelarasan visi operasional Bank Muamalat di berbagai wilayah. Perwakilan manajemen Bank Muamalat, Imam, menjelaskan bahwa fokus pada segmen ritel dipilih karena memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap gejolak ekonomi global, tanpa mengabaikan portofolio pembiayaan korporasi yang tetap dikelola secara selektif dan sehat.
Langkah strategis ini tercermin dari performa positif sejumlah produk unggulan perseroan. Salah satunya adalah produk pembiayaan Solusi Emas Hijrah yang mencatatkan lonjakan signifikan hingga lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year-on-year/yoy), mencapai sekitar Rp1,7 triliun per akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini juga diiringi dengan kenaikan jumlah rekening nasabah sebesar 274 persen pada periode yang sama.
Menurut Imam, sektor SME memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Selain potensinya yang besar, penyebaran risiko pada sektor ini dinilai lebih merata sehingga menjadi prioritas utama dalam diversifikasi pembiayaan perseroan.
Di samping memacu pembiayaan, pionir bank syariah di Indonesia ini juga mempererat kemitraan dengan BPKH untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah. Kemitraan ini diwujudkan melalui perilisan Kartu Haji Indonesia guna memfasilitasi transaksi nontunai bagi jemaah di Tanah Suci, sekaligus mendukung akselerasi digitalisasi layanan peribadatan yang aman dan praktis.
Kepercayaan BPKH terhadap Bank Muamalat juga semakin dipertegas dengan penunjukan bank tersebut sebagai salah satu penyedia jasa layanan kustodian syariah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan layanan bagi calon jemaah, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.