Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menginisiasi program pertanian terpadu di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal melalui penerapan teknologi tepat guna di Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal.

Program yang digawangi oleh Tim Samasta Kukar ini berlangsung selama hampir 40 hari dalam pelaksanaan KKN-PPM Periode 2 Tahun 2026. Kehadiran mereka menandai kembalinya program pengabdian masyarakat UGM di Kutai Kartanegara setelah sempat vakum selama lebih dari sepuluh tahun. Sebanyak 30 mahasiswa terlibat aktif dalam menyukseskan lebih dari 100 agenda kerja yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya, hingga inovasi teknologi pertanian.

Anggota Tim Samasta Kukar, Aisyah Ghulam Alwutsqo, menjelaskan bahwa kawasan pertanian terpadu yang dirancang bertujuan menyajikan solusi atas kebutuhan riil petani setempat. Inovasi yang diterapkan meliputi sistem irigasi hemat air berbasis sprinkler dan irigasi tetes (drip irrigation), budidaya akuaponik bertenaga surya yang mengintegrasikan sektor perikanan dan pertanian, hingga metode integrated farming yang memadukan budidaya maggot dengan ayam petelur.

Demi menjaga keberlanjutan program ini, mahasiswa bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara, Ananias, mengapresiasi terobosan ini dan berharap masyarakat dapat menyerap pengetahuan teknologi pertanian tersebut agar mampu mengoptimalkan produktivitas lahan secara mandiri dalam jangka panjang.

Sebagai puncak sekaligus penutup dari masa pengabdian, Tim Samasta Kukar menggelar Festival Rakyat pada 1-2 Agustus 2026 di Desa Sumber Sari dan Desa Karang Tunggal. Festival ini tidak hanya memamerkan hasil inovasi pertanian terpadu, tetapi juga menyuguhkan pasar murah, pemeriksaan kesehatan gratis, jalan sehat, serta pameran produk UMKM lokal sebagai wadah mempererat kebersamaan warga.