SURABAYA — Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pertahanan maritim, PT PAL Indonesia, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penguasaan teknologi secara mandiri. Langkah strategis ini diambil guna memperkokoh kedaulatan industri maritim nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa kemandirian teknologi merupakan pilar utama dalam membangun kekuatan pertahanan bangsa. Peringatan hari kemerdekaan harus dimaknai dengan aksi nyata untuk terus melahirkan inovasi dan produk teknologi mutakhir buatan anak bangsa.

Sebagai Lead Integrator dan National Consolidator industri maritim yang diamanatkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, PT PAL kini tengah merampungkan fase akhir transformasi perusahaan. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembaruan teknologi produksi, hingga perbaikan tata kelola internal secara menyeluruh.

Kaharuddin juga menekankan pentingnya sinergi dan soliditas di lingkungan internal perusahaan untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan kinerja kolektif yang optimal, ia optimis PT PAL mampu memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) matra laut berkualitas tinggi yang dapat menjadi kebanggaan bagi Indonesia di kancah global.