JAKARTA — Badan Teknologi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Batekhan Kemhan) mulai melirik potensi energi alternatif guna memperkuat sektor pertahanan nasional. Langkah ini ditandai dengan diterimanya paparan teknologi inovatif bernama Amonia Fuel Cell yang dipresentasikan oleh PT Permata Global Mulia di Gedung Soepomo Batekhan Kemhan, Jakarta, pada Kamis (25/6/2026).
Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Batekhan Kemhan beserta jajaran pejabat teras, termasuk Sekretaris Batekhan dan Kepala Pusat Wahana Darat. Agenda ini dirancang sebagai wadah penjajakan sekaligus upaya memperluas wawasan mengenai teknologi energi ramah lingkungan yang efisien dan berkelanjutan demi menunjang operasional militer Indonesia di masa depan.
Teknologi Amonia Fuel Cell sendiri dinilai memiliki prospek cerah sebagai sumber energi bersih. Keunggulan utamanya terletak pada tingkat efisiensi yang tinggi, mobilitas yang fleksibel, serta fleksibilitasnya untuk diintegrasikan ke berbagai platform alutsista (alat utama sistem persenjataan) masa kini maupun mendatang. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian energi di sektor pertahanan nasional.
Melalui kolaborasi dengan pelaku industri dalam negeri ini, Batekhan Kemhan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong modernisasi pertahanan. Sinergi yang adaptif ini diharapkan mampu melahirkan inovasi teknologi militer yang tangguh, berdaya saing global, serta selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.