PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. kini menempatkan pengembangan AIcosystem sebagai agenda utama korporasi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya perusahaan dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan yang terintegrasi, sekaligus merespons kebutuhan mendesak akan kedaulatan teknologi AI di Indonesia.

Hingga kuartal I/2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, tumbuh tipis 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan yang ditopang oleh segmen bisnis konsumer (B2C) dan ekspansi infrastruktur B2B ini menjadi modal bagi perusahaan untuk terus menekan ketergantungan industri lokal pada platform komputasi asing.

VP Corporate Communication Telkom, Andri Herawan Sasoko, menjelaskan bahwa AIcosystem dirancang untuk menyediakan fondasi infrastruktur yang kokoh. Hal ini mencakup pengembangan pusat data yang mendukung AI (AI-ready data center), layanan komputasi awan (cloud), pemrosesan GPU, hingga pengembangan model bahasa lokal (Large Language Model) yang relevan dengan karakteristik Indonesia.

Dalam segmen B2C, Telkom berkomitmen mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman digital pelanggan, termasuk melalui aplikasi MyTelkomsel. Fokus utamanya adalah menyajikan personalisasi layanan yang lebih kontekstual agar memberikan nilai nyata bagi pengguna sehari-hari.

Menghadapi tantangan monetisasi AI, Telkom menegaskan bahwa prioritas utamanya bukan sekadar menghadirkan teknologi, melainkan memastikan adopsi AI memberikan manfaat praktis dan berkelanjutan. Bagi sektor korporasi, fokus Telkom tetap pada penyediaan solusi yang spesifik industri dengan mengedepankan keamanan data, tata kelola yang baik, serta integrasi sistem yang mumpuni.