Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk memperkuat literasi digital dan keagamaan secara berdampingan di tengah laju perkembangan teknologi yang kian masif. Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi degradasi nilai-nilai moralitas dan kemanusiaan di era modern.
Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, H. Saifuddin, SE., menyampaikan pesan tersebut saat memimpin upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Al-Manar, Aceh Besar. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat tertulis dari Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Saifuddin menekankan bahwa kehadiran teknologi canggih seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak boleh mengikis hati nurani manusia. Kemajuan teknologi seharusnya menjadi instrumen untuk mempererat hubungan antarmanusia, bukan justru menjadi sarana penyebar kebencian, informasi palsu, atau pemecah belah bangsa.
Guna menjawab tantangan zaman tersebut, Kementerian Agama berkomitmen membentuk karakter generasi muda melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum ini dirancang khusus untuk menumbuhkan rasa empati, toleransi, serta kepedulian sosial di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan.
Selain fokus pada pembangunan karakter, Kemenag juga menginisiasi program Ekoteologi demi mendukung kelestarian lingkungan. Di tingkat nasional, dipaparkan pula capaian strategis seperti penyaluran Program Indonesia Pintar untuk jutaan siswa serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik hingga 700 persen demi mendongkrak kualitas pendidikan nasional.
Upacara peringatan hari kemerdekaan ini berlangsung khidmat di bawah terik matahari tanpa tenda khusus, memperlihatkan kesederhanaan dan kebersamaan seluruh peserta. Momentum bersejarah ini juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan bagi aparatur sipil negara (ASN) berprestasi serta penyaluran bantuan sosial untuk madrasah.