Pemerintah Kota Balikpapan tengah bersiap mengoptimalkan aset daerah yang lama tidak termanfaatkan di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur. Lahan seluas 70 hektare tersebut direncanakan akan disulap menjadi kawasan sirkuit balap representatif guna mendongkrak sektor olahraga dan pariwisata daerah.
Sebagai langkah awal realisasi proyek ini, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan memprioritaskan penyusunan dokumen Detail Engineering Design (DED). Dokumen ini nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan rancang bangun, tahapan konstruksi, serta proyeksi total anggaran yang dibutuhkan.
Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengusulkan alokasi anggaran untuk penyusunan DED ini pada pembahasan APBD Perubahan. Setelah perencanaan matang melalui DED diselesaikan, pemkot baru bisa menakar besaran anggaran fisik yang disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah.
Peninjauan lapangan di lokasi proyek juga telah dilaksanakan untuk mendukung kelancaran penyusunan dokumen perencanaan tersebut. Pemerintah memastikan bahwa lahan yang telah disiapkan sejak tahun 2014 ini berstatus aman dan bebas dari konflik kepemilikan maupun sengketa administratif (clear and clean).
Proyek sirkuit ini rencananya bakal digarap secara bertahap. Pada fase awal, pembangunan akan diarahkan untuk memenuhi standar kompetisi balap tingkat nasional, sebelum nantinya dikembangkan lebih lanjut agar mampu mengakomodasi ajang balap berskala internasional.
Selain menjadi wadah bagi pembinaan atlet otomotif lokal, sirkuit Lamaru diproyeksikan mampu memperkuat positioning Balikpapan sebagai kota Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE). Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi magnet ekonomi baru sekaligus penyangga strategis bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).