Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui pengembangan konsep Sekolah Rakyat terpadu. Proyek ini dirancang tidak hanya menyediakan ruang kelas untuk belajar, melainkan juga mengintegrasikan fasilitas penunjang seperti klinik kesehatan dan sarana olahraga guna menjamin kesejahteraan para siswa.

Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Haerul Warisin saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 Yayasan Siti Khadijah. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama menempuh pendidikan menjadi fokus utama dari program afirmasi ini, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan akses layanan kesehatan anak-anak mereka.

Kendati demikian, Pemkab Lombok Timur saat ini masih merampungkan urusan administrasi terkait lahan pembangunan gedung permanen. Area yang dibidik saat ini masih berstatus Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Oleh sebab itu, pemerintah daerah tengah memproses pengalihan status lahan tersebut ke pemerintah pusat serta menyiapkan lahan pengganti sesuai regulasi yang berlaku.

Guna memastikan program tidak mandek selama proses birokrasi berjalan, pemerintah daerah telah menyiapkan gedung sementara untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Langkah ini diambil agar anak-anak sasaran program dapat segera memperoleh hak pendidikan mereka tanpa harus menunggu selesainya konstruksi fisik gedung baru.

Sebagai program khusus, Sekolah Rakyat ini menyasar anak terlantar dan anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Dinas Sosial Lombok Timur kini diinstruksikan untuk melakukan validasi data secara ketat dan akurat agar bantuan pendidikan serta fasilitas komprehensif ini benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.