Dalam gelaran International Conference on Education and Technology yang berlangsung di Orlando, Amerika Serikat, Pastor Revi Tanod Pr menekankan pentingnya moralitas dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor pendidikan. Konferensi bertajuk “Designing the Future of Learning” ini mempertemukan para akademisi dan praktisi pendidikan dunia untuk membahas masa depan pembelajaran di tengah pesatnya disrupsi teknologi.
Pastor Revi, yang hadir sebagai anggota organisasi pendidikan internasional ASCD dan ISTE, menyatakan bahwa penggunaan teknologi harus berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia merujuk pada Ensiklik Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV yang memberikan panduan bagi institusi pendidikan untuk membimbing siswa agar menggunakan AI secara etis dan demi kepentingan bersama.
Selama rangkaian acara yang berlangsung pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026 tersebut, para peserta mendalami berbagai praktik terbaik mengenai desain pembelajaran berbasis AI serta pengembangan profesional bagi tenaga pendidik. Fokus utama dari forum ini bukan sekadar mengejar kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana mengintegrasikan AI sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas tanpa menghilangkan martabat pribadi dan kepedulian sosial peserta didik.
Terkait relevansinya dengan Tanah Air, Pastor Revi menilai wawasan yang diperoleh dari konferensi ini sangat krusial bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Ia berharap implementasi teknologi digital di sekolah-sekolah dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter, sehingga generasi muda mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.