Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali mengambil langkah nyata dalam mendukung eksistensi herbal lokal dengan mendampingi UMKM Djamoe Ala Mbo Dek di Jalan Sedap Malam, Denpasar. Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), tim akademisi memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna guna meningkatkan kapasitas produksi jamu tradisional berbahan rimpang.

Sebelum adanya intervensi teknologi ini, proses pengolahan bahan baku di UMKM tersebut dinilai kurang efisien karena pencacahan rimpang masih dilakukan secara manual. Hal tersebut membuat proses produksi 40 liter jamu menyita waktu hingga enam jam. Hadirnya mesin pencacah basah dan kering bantuan dari Undhira memangkas durasi pencacahan bahan baku secara signifikan, dari yang semula membutuhkan waktu 15 menit kini menjadi hanya satu menit saja.

Kolaborasi lintas disiplin ilmu ini diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika serta Program Studi Gizi Undhira. Tim ini dipimpin oleh Putu Wida Gunawan, S.Si., M.Cs., bersama anggota I Gusti Ayu Wita Kusumawati, S.Si., M.Sc., dan Dr. nat. techn. Ida Bagus Agung Yogeswara, S.TP., M.Sc., serta didukung oleh tiga mahasiswa. Sinergi ini memastikan bahwa aspek mekanisasi teknologi berjalan selaras dengan standar keamanan pangan dan gizi produk.

Tidak hanya memberikan mesin pencacah, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung produksi seperti alat penyaring, mesin pengkode kemasan, dan lemari pajang (showcase). Untuk memperkuat daya saing usaha di era digital, pelaku UMKM turut dibekali pelatihan intensif mengenai higienitas sanitasi pengolahan pangan, sistem pelabelan, teknik penyimpanan produk, serta strategi pemasaran digital.

Pemilik UMKM Djamoe Ala Mbo Dek, Ni Wayan Eka Sulistia Dewi, menyatakan bahwa bantuan alat dan pendampingan ini sangat meringankan beban kerja operasional harian. Program yang berlangsung dari pertengahan Juni hingga Juli 2026 ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai wujud nyata hilirisasi riset kampus bagi masyarakat luas.