KUDUS – Ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Hal ini tecermin dari antusiasme dan ketatnya persaingan dalam turnamen Hydroplus Soccer League All-Stars yang berlangsung di Stadion Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Ajang ini menjadi panggung bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah untuk memamerkan hasil pembinaan berkelanjutan yang dirintis sejak tahun 2023.
Salah satu talenta menonjol yang menyita perhatian adalah Albianca Raula. Pesepak bola putri berusia 12 tahun asal Cipta Cendikia FA ini memiliki jadwal tanding yang padat, mulai dari kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) hingga naik kelas ke level liga. Kemampuan Bianca mengeksekusi gol jarak jauh dan pemahaman taktisnya yang matang bahkan membuatnya sempat dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional putri Indonesia U-16, meski usianya tergolong masih sangat muda.
Kisah inspiratif juga datang dari Alya Putri Ariyanto, penjaga gawang Scorpion FC yang mengawali karier olahraganya dari cabang bola voli. Lewat kompetisi berjenjang ini, Alya kini memantapkan mimpinya sebagai pesepak bola profesional. Senada dengan Alya, Bilqis Fatimah Az Zahra dari klub Goal Aksis juga merasakan peningkatan performa yang pesat berkat kesempatan bertanding di ajang All-Stars, memicu cita-citanya untuk menjadi atlet sekaligus anggota kepolisian.
Inisiatif pembinaan yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini awalnya hanya bergulir di satu kota, namun kini telah meluas hingga ke 12 kota di Pulau Jawa dan Kalimantan. Pelatih Kepala Hydroplus Soccer League, Jacksen F. Tiago, menyatakan kekagumannya terhadap potensi besar yang dimiliki para pemain muda tersebut. Mantan juru taktik Persipura Jayapura ini menekankan pentingnya konsistensi pembinaan agar para pemain belia ini mampu mencapai level kompetisi tertinggi.
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan bahwa fase ini merupakan momentum untuk menyemai bibit-bibit yang telah dijaring di tingkat akar rumput. Rencana ekspansi pembinaan ke wilayah luar Jawa, seperti Papua dan Sulawesi, kini tengah dipersiapkan demi menjaring lebih banyak talenta emas. Dengan penyediaan wadah kompetisi yang teratur, mimpi besar membawa tim nasional putri Indonesia menembus Piala Dunia di masa depan diyakini dapat terwujud melalui proses yang matang dan berkelanjutan.