Telur ayam telah lama menjadi salah satu bahan pangan favorit masyarakat karena kepraktisan dan kandungan gizinya yang tinggi. Di balik kelezatannya, telur ternyata menyimpan potensi besar sebagai makanan fungsional yang mampu mencegah berbagai penyakit. Kepala Laboratorium Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa telur mengandung senyawa aktif yang sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia.
Menurut Bara, bagian putih telur kaya akan lebih dari 20 jenis protein yang dapat menghasilkan peptida bioaktif selama proses pencernaan. Senyawa ini terbukti memiliki berbagai efek positif bagi tubuh, mulai dari antimikroba, antioksidan, pencegah hipertensi, antidiabetes, hingga antikanker. Khasiat tersebut menjadikan telur tidak hanya sekadar sumber energi, melainkan juga bahan pangan bernutrisi tinggi yang menunjang fungsi fisiologis secara optimal.
Untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal, kualitas telur yang dikonsumsi harus diperhatikan secara saksama. Bara membagikan kiat memilih telur segar, di antaranya dengan mengamati cangkang telur. Pilihlah cangkang berpigmen pekat dan merata karena biasanya lebih tebal dan terlindungi dari bakteri. Selain itu, pastikan permukaan kulit telur bersih dari kotoran atau retakan, serta terasa berat saat digenggam. Tes sederhana seperti mengguncang telur di dekat telinga juga bisa dilakukan; telur segar tidak akan mengeluarkan suara karena putih telurnya masih kental.
Selain pemilihan, metode penyimpanan juga sangat memengaruhi kualitas telur sebelum diolah. Bara menyarankan agar telur tidak dicuci sebelum disimpan di dalam kulkas. Cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami bernama kutikula yang berfungsi mencegah masuknya kuman. Mencuci telur justru akan mengikis lapisan ini dan membuka pori-pori cangkang, sehingga mempermudah bakteri masuk ke bagian dalam.
Ia juga merekomendasikan penyimpanan telur di rak bagian dalam kulkas dengan suhu stabil di bawah 4 derajat Celsius, alih-alih di pintu kulkas yang suhunya sering berubah-ubah saat dibuka. Posisi meletakkan telur juga harus diperhatikan, yakni bagian runcing menghadap ke bawah agar kantung udara di bagian tumpul tetap berada di atas. Terakhir, terapkan sistem masuk pertama keluar pertama (FIFO) untuk memastikan stok telur lama dikonsumsi terlebih dahulu sebelum memakan telur yang baru dibeli.