Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) mulai menerapkan teknologi pelacakan guna meningkatkan efisiensi dan pengawasan terhadap armada operasionalnya. Langkah awal ini dilakukan dengan memasang perangkat GPS tracker serta sensor bahan bakar minyak (BBM) pada truk pengangkut sampah taman dan hasil pemangkasan pohon.

Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, mengungkapkan bahwa inovasi ini tengah memasuki tahap uji coba selama dua bulan ke depan. Untuk fase awal, teknologi ini disematkan pada satu unit truk jungkit (dump truck) yang bertugas di sektor pertamanan dan jalur hijau. Jika uji coba ini dinilai sukses, sistem serupa akan diimplementasikan secara bertahap pada seluruh armada operasional lainnya.

Erwin menjelaskan bahwa sosialisasi kepada para pengemudi armada telah dilakukan agar mereka memahami tujuan dari kebijakan ini. Pemasangan sensor BBM dirancang untuk menghasilkan data konsumsi yang lebih akurat, sehingga membantu perencanaan anggaran serta evaluasi penggunaan bahan bakar secara tepat sasaran.

Dari aspek pengawasan dan keamanan, keberadaan GPS tracker memungkinkan pergerakan armada terpantau secara langsung. Langkah ini meminimalkan risiko penyalahgunaan kendaraan di luar rute kedinasan yang telah ditentukan. Upaya ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar lebih berdaya guna.

Seluruh data dari perangkat pelacak dan sensor ini nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi SiMBARA untuk mempermudah monitoring berkala. Program aksi perubahan ini juga telah mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, sebagai upaya konkret dalam memperbaiki sistem manajemen armada dan mendongkrak kinerja organisasi.