OpenAI kembali memperluas jangkauan teknologinya dengan meluncurkan agen kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diberi nama ChatGPT Work. Inovasi ini secara khusus dirancang untuk menyasar sektor profesional, guna mempermudah pengerjaan tugas-tugas administratif maupun teknis yang kompleks secara mandiri selama durasi waktu yang panjang.

Sistem ini menawarkan kapabilitas untuk mengotomatisasi berbagai perangkat kerja esensial, mulai dari pembuatan dokumen teks, pengolahan data pada spreadsheet, penyusunan materi presentasi, hingga pengembangan aplikasi berbasis web. Dengan adanya fitur ini, efisiensi kerja di lingkungan korporasi diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Keunggulan ChatGPT Work terletak pada dukungan model AI terbaru, yaitu GPT-5.6. Model ini dijadwalkan meluncur pada hari Kamis, menyusul penundaan rilis yang sebelumnya sempat terjadi akibat kebijakan regulasi dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Langkah strategis OpenAI ini menempatkan mereka dalam persaingan ketat dengan rival utamanya, Anthropic PBC. Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut kini tengah berlomba mengembangkan agen AI otonom yang lebih adaptif, setelah sebelumnya meraih kesuksesan besar melalui alat bantu otomatisasi penulisan teks serta pemecahan masalah (debugging) pada kode pemrograman.