Menjelang laga krusial semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis, kapten tim nasional Spanyol, Rodri, memberikan pembelaan sekaligus nasihat penting kepada rekan setimnya, Lamine Yamal. Rodri meminta penyerang sayap muda tersebut untuk bermain lebih tenang dan tidak terbebani oleh tuntutan mencetak gol.
Langkah Spanyol menuju babak empat besar terbilang sangat impresif dengan catatan 11 gol dan hanya kebobolan satu kali. Namun, performa Lamine Yamal tak luput dari sorotan tajam publik. Pemain berusia 19 tahun itu baru mengemas satu gol dan belum menyumbang assist sepanjang turnamen, memicu kritik bahwa performanya menurun dibanding saat membawa Barcelona menjuarai La Liga musim lalu.
Penurunan produktivitas Yamal disinyalir tak lepas dari kendala kebugaran akibat cedera hamstring sebelum turnamen bergulir. Kendala tersebut membuatnya jarang tampil penuh di fase grup, meski kontribusinya mulai meningkat setelah bermain selama 90 menit penuh di babak gugur.
Kendati demikian, Rodri menegaskan bahwa kehadiran Yamal tetap krusial bagi taktik permainan La Furia Roja, baik saat menguasai bola maupun tidak. Menurut gelandang Manchester City ini, Yamal hanya perlu mengendalikan ambisi serta kecemasannya saat berada di depan gawang lawan agar insting mencetak golnya kembali tajam.
Spanyol dijadwalkan bertarung memperebutkan tiket final melawan Prancis di Dallas Stadium pada Rabu (15/7/2026). Ketenangan lini depan diprediksi menjadi faktor penentu dalam laga sengit yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Eropa tersebut.