Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara resmi menyatakan komitmennya untuk menuntut pertanggungjawaban atas kematian ayahnya, Ali Khamenei. Dalam pernyataan publik pertamanya pasca-prosesi pemakaman, ia menegaskan bahwa pembalasan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab adalah sebuah keharusan yang dituntut oleh bangsanya.

Melalui pesan resmi yang dirilis di kanal Telegram pribadinya, Mojtaba menyebut para pelaku sebagai kelompok kriminal yang tercela. Ia menekankan bahwa darah pemimpin yang gugur serta para martir dalam konflik yang berlangsung harus dibayar dengan tindakan tegas, sembari menyampaikan apresiasi mendalam kepada jutaan rakyat Iran yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

Ketegangan diplomatik dan militer di kawasan tersebut kini berada pada titik nadir setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman terbuka. Trump menyatakan bahwa militer AS telah disiagakan dengan ribuan rudal yang siap diluncurkan jika Iran terbukti merencanakan aksi balasan yang menyasar pejabat tinggi Amerika.

Situasi geopolitik ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menghantam Teheran. Insiden tersebut tidak hanya menewaskan Ali Khamenei yang telah berkuasa sejak 1989, tetapi juga merenggut nyawa anggota keluarga lainnya, termasuk cucu sang pemimpin, yang kemudian memicu gelombang kemarahan publik dan seruan anti-Amerika dalam prosesi pemakamannya.