Usaha Mikro dan Kecil (UMK) pembuat emping melinjo di Desa Nagarapadang, Kabupaten Serang, Banten, kini bersiap naik kelas. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas Mercu Buana (UMB) memperkenalkan teknologi mesin press dan mesin penyegel (sealer) guna meningkatkan efisiensi produksi serta nilai jual produk lokal tersebut.
Selama ini, para perajin emping di wilayah tersebut masih mengandalkan metode manual yang membatasi volume produksi serta menghasilkan kualitas yang kurang seragam. Ketiadaan kemasan yang standar juga menjadi kendala utama dalam memperluas jangkauan pasar. Menjawab persoalan ini, UMB menginisiasi pemanfaatan teknologi tepat guna agar produk emping yang dihasilkan lebih higienis, berdaya simpan lama, dan memiliki tampilan visual yang menarik.
Langkah pembinaan ini didanai oleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain memberikan bantuan mesin press, penepung bumbu (seasoning), dan pengemas otomatis, tim dosen UMB juga membekali warga dengan pelatihan desain grafis untuk kemasan serta strategi pencitraan merek (branding).
Eko Tama Putra Saratian selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa pemanfaatan mesin penunjang ini dirancang agar mitra usaha mampu mendiversifikasi produk serta memenuhi standar pasar modern. Senada dengan itu, Dr. Mochamad Soelton menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, pemahaman manajerial yang baik dari pelaku usaha merupakan modal krusial demi keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Dari sisi pemasaran, pengajar UMB lainnya, Wiyanto Hidayatullah, mengingatkan bahwa kemasan yang informatif dan strategi promosi digital memegang peranan vital dalam membangun kepercayaan konsumen. Keterlibatan aktif mahasiswa UMB dalam pendampingan ini juga memberikan ruang belajar praktis di luar kampus, sekaligus menjembatani transfer teknologi langsung kepada masyarakat.
Respons positif datang dari para pelaku usaha di Desa Nagarapadang yang menyambut baik asistensi teknologi ini. Program pemberdayaan berbasis kemitraan ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kesejahteraan perajin emping di Serang, tetapi juga menjadi model percontohan yang dapat diterapkan di berbagai sentra UMKM pangan lainnya di Indonesia.