RS Brayat Minulya Surakarta mencatatkan sejarah panjang dalam perkembangan pelayanan kesehatan di Kota Solo. Sejak berdiri pada tahun 1949 hingga akhir era 1980-an, rumah sakit ini mengandalkan peralatan manual seperti mesin ketik kuno, telepon manual, mesin faksimile, hingga timbangan obat tradisional. Kini, perkakas bersejarah tersebut telah disimpan rapi dan menjadi saksi bisu transisi besar rumah sakit menuju era digitalisasi penuh.
Memasuki milenium baru, RS Brayat Minulya terus beradaptasi dengan mengadopsi teknologi informasi guna mengoptimalkan basis data dan mempercepat birokrasi layanan. Penggunaan mesin Electronic Data Capture (EDC), mesin ATM, serta sistem pembayaran berbasis QRIS kini telah menggantikan transaksi tunai konvensional guna memudahkan pasien dan keluarganya dalam menyelesaikan administrasi finansial.
Pilar utama digitalisasi di rumah sakit ini bertumpu pada Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) berbasis online. Sistem terpadu ini menyatukan pengelolaan data administratif, pelaporan keuangan, dan penagihan secara waktu nyata (real-time). Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan portal Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, serta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk efisiensi klaim pelayanan.
Salah satu inovasi krusial yang diimplementasikan adalah Rekam Medis Elektronik (RME). Teknologi ini menggantikan dokumen kertas yang rentan rusak dengan basis data digital terpusat yang mencakup riwayat klinis, diagnosis, resep obat, hingga hasil laboratorium pasien. Langkah ini tidak hanya meminimalkan risiko kesalahan medis (medical error), tetapi juga mempercepat alur pelayanan lintas unit mulai dari pendaftaran hingga apotek.
Selain pembenahan sistem internal, RS Brayat Minulya juga memperluas jangkauan medis melalui layanan telemedicine untuk konsultasi jarak jauh. Langkah pemutakhiran teknologi medis dan administratif ini menjadi modal penting bagi RS Brayat Minulya yang saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi demi menjamin keselamatan pasien serta mutu pelayanan yang berkelanjutan.