Ratusan peserta memadati kawasan bersejarah Kauman, Yogyakarta, untuk mengikuti Gowes Muhammadiyah (Gowismu). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga santai, tetapi juga menjadi sarana edukasi melalui penelusuran sejarah berdirinya salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Perjalanan dimulai dari Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta. Para pesepeda melintasi rute unik, mulai dari bantaran Sungai Prawirodirjan hingga menembus kawasan Njeron Beteng Keraton Yogyakarta, sebelum akhirnya menyentuh garis finis di TK ABA Kauman.
Setibanya di Kauman, para peserta diajak melakukan jelajah sejarah ke berbagai situs penting penanda awal dakwah KH Ahmad Dahlan. Beberapa lokasi bersejarah yang dikunjungi di antaranya Mushala 'Aisyiyah yang legendaris, Langgar Kidul tempat lahirnya gagasan pembaruan Islam, serta Langgar Dhuwur yang dahulu berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus asrama santri.
Selain itu, rombongan juga singgah di Pendopo Tabligh, tempat dirumuskannya nama "Muhammadiyah", serta SD Muhammadiyah Kauman. Rangkaian napak tilas ini kemudian ditutup secara khidmat dengan ziarah ke makam tokoh emansipasi perempuan dan pejuang Muhammadiyah, Nyai Ahmad Dahlan.
Guna menunjang kebugaran peserta, penyelenggara juga menyediakan pos pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung oleh RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, menyampaikan apresiasinya atas konsep kreatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda rutin jalan kaki sejarah di masa mendatang.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua PCM Gondomanan, Wikan Eko Pramuji, yang menekankan pentingnya merawat silaturahmi sekaligus meneladani perjuangan para pendahulu. Pada kesempatan ini, panitia turut memberikan penghargaan khusus kepada dua tokoh setempat, yakni Abunda Farouk atas jasanya menyusun notasi lagu "Sang Surya", serta Helmy AS atas dedikasinya di bidang kemanusiaan dan kebencanaan.