Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, secara resmi membuka pameran keselamatan dan kebencanaan Emergency Disaster Reduction and Rescue Exhibition (EDRR) Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (12/8/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya membangun kemandirian bangsa agar mampu memproduksi teknologi mitigasi bencana secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada produk impor.

Langkah strategis ini sangat krusial mengingat Indonesia menghadapi ancaman kebencanaan yang sangat tinggi, dengan rata-rata terjadi 5.000 bencana setiap tahunnya yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Kebutuhan akan penguasaan teknologi mutakhir pun kian mendesak, mulai dari sistem penyelamatan, layanan medis darurat, penyediaan logistik dasar, hingga perlindungan infrastruktur vital.

Pratikno juga menggarisbawahi bahwa kecanggihan teknologi pendeteksi dini harus diimbangi dengan kesiapan aksi di lapangan. Ia memperingatkan agar data mitigasi yang dihasilkan tidak sekadar berakhir sebagai bahan analisis ilmiah atau pajangan, melainkan harus segera diterjemahkan menjadi tindakan penyelamatan yang cepat demi meminimalisasi korban jiwa.

Selain penanganan bencana alam secara umum, implementasi teknologi proteksi modern juga dinilai sangat relevan untuk mengamankan operasional sektor industri strategis, seperti kawasan pertambangan nikel yang sarat risiko kerja. Integrasi sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan pekerja sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri.

Menutup sambutannya, Menko PMK mengajak para mitra internasional yang terlibat dalam EDRR 2026 untuk melakukan kerja sama yang setara, terutama melalui transfer teknologi dan pembinaan talenta lokal. Berbekal pengalaman panjang dalam menghadapi berbagai bencana, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan (center of excellence) teknologi kebencanaan di kancah global.