Konvensi Sumber Daya Manusia (HRCON) 2026 kembali digelar untuk kesembilan kalinya di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa. Mengusung tema "Humanizing the Digital Future: Embracing the Entrepreneurial Mindset", ajang tahunan yang diinisiasi oleh Human Resources Association (HRA) Bali ini menyoroti bagaimana peran sentral manusia harus tetap terjaga di tengah akselerasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif.

Ketua HRA Bali, Vira Risnayani, menekankan bahwa kemampuan emosional seperti rasa empati, harapan, serta penalaran kritis merupakan keunggulan mutlak manusia yang tidak dapat direplikasi oleh AI. Menghadapi era disrupsi digital ini, tantangan bagi tenaga kerja lokal bukan lagi sekadar siap atau tidak siap, melainkan bagaimana mengasah kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu yang tinggi untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Rina Sarif, penasihat global senior dari ESQ Group, mengingatkan para peserta agar tidak membiarkan transformasi digital menjauhkan organisasi dari nilai-nilai kemanusiaan. Senada dengan hal itu, Senior Director Human Capital Danantara, Wiwik Wahyuni, menggarisbawahi pentingnya peran divisi HR dalam menyelaraskan setiap program kerja dengan visi strategis bisnis perusahaan guna menciptakan dampak nyata.

Wiwik juga menambahkan bahwa kualitas pelayanan pariwisata di Bali sangat bergantung pada kolaborasi erat seluruh ekosistem perhotelan. Ketika wisatawan berkunjung, impresi yang mereka bawa pulang merepresentasikan citra Bali secara keseluruhan, bukan hanya satu hotel tertentu. Oleh sebab itu, solidaritas dan wadah belajar bersama antarpraktisi HR di Pulau Dewata menjadi sangat krusial.

Dihadiri sekitar 300 profesional dari berbagai wilayah di Indonesia, HRCON 2026 juga menghadirkan serangkaian diskusi panel strategis yang membahas kesiapan talenta masa depan serta pola pikir kepemimpinan kewirausahaan. Melalui ajang ini, para pelaku industri diharapkan mampu memosisikan sumber daya manusia sebagai mesin pertumbuhan utama yang adaptif dan berkelanjutan.