Ribuan pencinta musik memadati Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (1/8) untuk menghadiri SkyAvenue 2026. Festival tahunan yang diinisiasi oleh para siswa SMA Labschool Kebayoran ini tidak hanya menyajikan panggung hiburan megah, tetapi juga membawa pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian bumi di tengah ancaman perubahan iklim global.

Kemeriahan acara ini didukung oleh penampilan sederet musisi papan atas tanah air, seperti Raisa, RAN, Kahitna, Dewa 19 featuring Arlissa, Marcello Tahitoe (Ello), hingga kolaborasi Dia x Naykilla. Antusiasme penonton terlihat sangat tinggi, terbukti dari ludesnya 7.000 tiket yang disediakan oleh pihak panitia jauh sebelum hari pelaksanaan.

Salah satu daya tarik utama sekaligus prestasi dalam perhelatan ini adalah diraihnya penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas instalasi seni utama berbentuk pohon raksasa yang terbuat dari rajutan kain bekas, hasil kolaborasi kreatif dengan Setali Indonesia.

Ketua Panitia SkyAvenue 2026, Nadhif Safei Daulay, mengungkapkan bahwa persiapan festival berskala besar ini memakan waktu sekitar sepuluh bulan. Hebatnya, seluruh proses manajemen acara, mulai dari konsep awal hingga eksekusi di lapangan, digarap secara mandiri oleh lebih dari 500 siswa tanpa bantuan promotor atau event organizer profesional.

Mengusung tema "Ascension of the Eterniverse", festival ini membagi area pertunjukan ke dalam empat zona ekologis, yakni hutan, laut, kota, dan es. Melalui representasi visual ini, panitia berupaya mengedukasi pengunjung mengenai isu-isu lingkungan riil yang sedang dihadapi dunia saat ini, khususnya dampak pemanasan global.

Nadhif menambahkan, kesuksesan perhelatan ini bersandar pada tiga pilar utama: keberlanjutan, kemandirian, dan kesuksesan. Melalui ajang ini, SMA Labschool Kebayoran berharap dapat membuktikan bahwa generasi muda mampu menciptakan ruang hiburan yang berdampak positif bagi lingkungan sekaligus wadah berekspresi yang inspiratif.