Fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Bumi. Di luar angkasa, planet raksasa es Neptunus tercatat sebagai wilayah dengan aktivitas angin paling ekstrem dan tercepat di seluruh sistem Tata Surya kita.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), kecepatan angin di planet terjauh dari Matahari ini mampu menembus angka 2.400 kilometer per jam atau sekitar 1.500 mil per jam. Kecepatan luar biasa ini setara dengan 1,5 kali kecepatan suara di Bumi, menjadikannya salah satu fenomena atmosfer paling aktif di lingkungan kosmik.
Untuk memberikan gambaran, kekuatan angin di Neptunus jauh melampaui badai terdahsyat yang pernah melanda Bumi. Sebagai pembanding, Topan Super Mangkhut yang menjadi salah satu siklon tropis paling destruktif di Bumi hanya memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 270 kilometer per jam. Hal ini menandakan bahwa hembusan angin di Neptunus berkekuatan sembilan kali lipat lebih dahsyat dibandingkan badai terkuat di planet kita.
Dinamika atmosfer yang luar biasa ini terjadi karena interaksi suhu internal planet dan minimnya gesekan topografi di permukaan planet gas tersebut. Dengan daya dorong sebesar itu, badai di Neptunus bahkan mampu menyapu dan menerbangkan awan metana beku yang melintasi atmosfer planet berwarna biru tersebut secara konstan.