Di tengah maraknya tren kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), Toyota terus menunjukkan komitmennya terhadap masa depan energi hijau melalui Toyota Mirai. Sedan premium ini mengusung teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang memanfaatkan hidrogen sebagai sumber energi utama, menyajikan alternatif bebas emisi (zero-emission) yang berbeda dari mobil listrik konvensional.
Berbeda dengan BEV yang memerlukan pengisian daya listrik dari luar, Toyota Mirai memproduksi energinya sendiri secara internal. Melalui reaksi kimia antara hidrogen di dalam tangki dan oksigen dari udara bebas, mobil ini menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor berkekuatan 182 PS dengan torsi 300 Nm. Keunikan utama dari proses kimiawi ini adalah produk buangannya yang murni hanya berupa uap air bersih.
Menggunakan platform premium TNGA-L dengan sistem penggerak roda belakang (RWD), generasi terbaru Mirai menawarkan stabilitas berkendara yang dinamis dan seimbang. Daya jelajah sedan ramah lingkungan ini juga sangat mengesankan, mampu menempuh jarak hingga 650 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Terlebih lagi, proses pengisian tangki hidrogennya hanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 menit saja, jauh lebih efisien dibanding durasi pengisian daya baterai kendaraan listrik saat ini.
Di pasar global, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan kawasan Eropa, Toyota membanderol sedan canggih ini pada kisaran harga 50.000 hingga 66.000 USD. Meski demikian, perkiraan harga ini belum dapat dijadikan acuan resmi untuk pasar domestik Indonesia mengingat adanya variabel bea masuk, pajak barang mewah, dan biaya logistik lainnya.
Untuk pasar Indonesia sendiri, Toyota belum memberikan kepastian mengenai jadwal peluncuran resmi Mirai. Tantangan terbesar adopsi kendaraan FCEV di tanah air berpusat pada ketiadaan ekosistem pendukung, khususnya infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen (SPBH). Kendati demikian, Toyota Indonesia terus aktif melakukan riset komprehensif terkait kesiapan pasar dan teknologi energi bersih ini guna mendukung target netralitas karbon pemerintah.