Chintya Ayu, mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, berkesempatan terlibat langsung dalam ajang Sukan Warna di Thailand Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Pittyaphat School, Amphoe Ban Bang Sata, Provinsi Yala tersebut menjadi bagian penting dari Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional yang tengah ia jalani.
Sukan Warna, atau yang secara lokal dikenal sebagai Kila Si, merupakan tradisi tahunan di berbagai sekolah di Thailand Selatan. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai pekan olahraga antarkelompok warna di lingkungan sekolah, melainkan juga bertransformasi menjadi pesta budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Melayu dan seni khas kawasan tersebut.
Selama jalannya festival, kegiatan belajar-mengajar di kelas dihentikan sementara guna memberi ruang bagi kreativitas siswa. Para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok warna untuk bersaing, bukan hanya dalam cabang olahraga, tetapi juga dalam aspek non-olahraga seperti keindahan dekorasi tenda, yel-yel kreatif, hingga kekompakan tim pemandu sorak (cheerleaders).
Menurut Chintya, Sukan Warna merupakan wadah yang efektif untuk mengidentifikasi talenta muda sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan. Selain itu, hadirnya parade kostum adat Melayu memberikan warna tersendiri yang memperkuat identitas budaya lokal di kalangan generasi muda Thailand Selatan.
Pengalaman berharga ini memberikan wawasan baru bagi Chintya mengenai implementasi pendidikan karakter. Ia melihat secara langsung bagaimana integrasi antara olahraga, seni, dan budaya dapat dikemas secara menarik untuk membangun kebersamaan sekaligus melestarikan warisan leluhur di lingkungan sekolah.