Empat mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui inovasi sistem pelaporan hak pasien berbasis digital dan metode terapi kanker mutakhir. Tim lintas disiplin ini sukses memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang 4th International Youth Conference yang berlangsung pada 27 hingga 28 Juni 2026.

Inovasi utama yang mereka usung adalah platform digital interaktif yang dirancang untuk mengatasi berbagai hambatan administratif, diskriminasi, hingga pelanggaran hak di fasilitas kesehatan. Melalui sistem ini, pasien maupun tenaga medis dapat melaporkan ketidaksesuaian pelayanan demi menjamin hak kesehatan masyarakat yang aman dan setara.

Keunggulan platform ini terletak pada model kolaborasinya yang dinamis. Tidak sekadar menampung aduan, sistem ini mengintegrasikan peran masyarakat, fasilitas kesehatan, pemerintah, serta organisasi nonpemerintah (NGO). Kehadiran NGO dalam sistem bertindak sebagai mitra independen yang mengawal dan memitigasi apabila suatu laporan tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Selain sistem advokasi hukum kesehatan, tim mahasiswa UNEJ ini juga memperkenalkan terobosan di bidang medis berupa terapi kanker nasofaring. Menggunakan pendekatan berbasis Fusogenic Nanovesicles (FuNV) T Cell, terapi genetik ini dirancang bekerja secara spesifik menyasar sel kanker, sehingga meminimalkan efek samping berbahaya jika dibandingkan dengan metode kemoterapi atau radioterapi konvensional.

Gagasan solutif tersebut berhasil memikat dewan juri internasional dalam konferensi yang digelar atas kolaborasi Asia Pacific Student Association dan Nanyang Technological University. Tim UNEJ sukses menyabet medali emas di subtema Hukum dan Ekonomi, juara ketiga dalam kompetisi esai, serta medali perak di subtema Kesehatan. Bahkan, salah satu juri memberikan apresiasi tinggi dan berharap inovasi platform perlindungan hak pasien ini bisa segera mendapatkan pendanaan untuk diimplementasikan di rumah sakit.

Dhimas Hardi Nugraha, salah satu perwakilan tim, mengungkapkan bahwa pencapaian ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi di tingkat global. Menurutnya, ajang internasional adalah sarana penting untuk belajar, bertukar perspektif, dan menguji gagasan agar dapat memberikan dampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.