Program Studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) sukses menyelenggarakan ajang Gelar Produk Pangan 2026. Kegiatan ini menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kreativitas dalam mengolah komoditas kacang-kacangan lokal menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi.
Mengangkat tema “Dari Kacang Lokal Menjadi Produk Pangan Inovatif dan Bernilai”, acara ini mengintegrasikan aspek akademis dengan praktik kewirausahaan. Selain pameran produk, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti potensi koro pedang sebagai alternatif sumber protein dan pengendali kolesterol.
Sejumlah inovasi menarik dipamerkan dalam kesempatan tersebut, di antaranya es krim yogurt kenari, sosis kacang merah, puding kacang hijau, hingga makanan penutup berbahan dasar mede. Produk-produk ini merupakan hasil dari proses pembelajaran praktikum yang menuntut mahasiswa memahami seluruh alur produksi, mulai dari formulasi hingga strategi pemasaran.
Dosen pengampu Praktikum Teknologi Pengolahan Pangan, Sarah Giovani, menyatakan bahwa ajang ini menerapkan metode *Project-Based Learning*. Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak sekadar memahami teori, tetapi mampu menjadi inovator sekaligus *technopreneur* yang siap terjun ke industri pangan.
Melalui kegiatan ini, pihak kampus berharap dapat memotivasi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi kekayaan hayati Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi UAI dalam mendukung kemandirian dan ketahanan pangan nasional melalui inovasi yang aplikatif bagi masyarakat luas.