Pemerintah Kota Kendari mengambil langkah progresif dalam membenahi sektor kesehatan masyarakat melalui peluncuran program Kelurahan Siaga TBC bertajuk "Kendari Tuntas TBC" serta inisiasi "Paket Sehat Spesial". Program terpadu ini mengintegrasikan pemeriksaan kesehatan gratis dengan intervensi stunting khusus bagi ibu hamil dan balita di seluruh wilayah kota.

Acara peluncuran yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, pada Selasa (14/7/2026) ini, dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala dinas, camat, lurah, hingga para kader Posyandu dan PKK. Siska menegaskan bahwa program Kelurahan Siaga TBC dirancang sebagai langkah taktis untuk melacak faktor risiko penularan sejak dini di 62 kelurahan yang ditunjuk sebagai lokus utama.

Upaya intensif ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi temuan kasus tuberkulosis di Kendari. Tercatat ada 1.660 kasus pada 2023, kemudian naik menjadi 1.678 kasus di 2024, dan mencapai puncaknya di angka 2.126 kasus pada 2025. Per Juni 2026, tercatat 923 kasus aktif, dengan rincian 97,1 persen penderita telah menjalani pengobatan intensif dan 64 persen kontak erat telah diinvestigasi demi memutus rantai penularan.

Selain TBC, pengendalian stunting juga menjadi fokus krusial pemerintah daerah. Melalui intervensi serentak dan program Orang Tua Asuh Stunting yang melibatkan pejabat daerah, jumlah anak terindikasi stunting berhasil ditekan dari sekitar 500 anak menjadi 460 anak pada tahun 2025. Siska meminta Dinas Kesehatan dan Satgas Stunting memperkuat koordinasi untuk menyinkronkan data riil di lapangan.

Untuk menyukseskan program ini, Pemkot Kendari menggelar Pekan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026 dengan target partisipasi mencapai 90 persen. Target tinggi ini optimistis dapat dicapai mengingat kinerja CKG Kendari sebelumnya selalu melampaui rata-rata nasional, didukung penuh oleh sinergi solid dari tingkat RT hingga jajaran perangkat daerah tertinggi.