Kiprah olahraga dirgantara (sport aviation) di kawasan Malang Raya menunjukkan perkembangan yang kian progresif. Bromo Flying Club (BFC) secara resmi meluluskan pilot olahraga (sport pilot) baru yang diproyeksikan memperkuat jajaran atlet kedirgantaraan daerah setelah sukses menyelesaikan penerbangan mandiri (solo flight).
Kelulusan ini ditandai dengan keberhasilan Ali, salah satu siswa binaan BFC, dalam melaksanakan penerbangan solo secara mulus di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang pada Minggu (26/7/2026). Keberhasilan tersebut dirayakan melalui tradisi khas kedirgantaraan, yakni siram air dan prosesi mencium roda pesawat.
Sebelum diizinkan mengudara sendirian, Ali harus menempuh serangkaian kurikulum pelatihan yang intensif dan ketat. Tahapan tersebut mencakup pendalaman materi teori aerodinamika, navigasi udara, hingga praktik terbang langsung (flight training) yang didampingi oleh instruktur penerbang berpengalaman.
Manajer BFC, Yudha Adhitama, menjelaskan bahwa program pelatihan di klubnya tidak hanya berfokus pada teknik menerbangkan pesawat, melainkan juga menanamkan kedisiplinan dan mentalitas atlet profesional. Karakteristik medan udara pegunungan Malang Raya yang menantang dinilai menjadi ruang latih terbaik untuk membentuk keterampilan terbang presisi.
Kehadiran pilot baru ini diharapkan menjadi aset strategis bagi Federasi Aero Sport Indonesia Daerah (FASIDA) Jawa Timur dalam menjaring bibit unggul. Dengan komitmen kuat pada standar keselamatan kerja (safety first), BFC optimistis dapat terus mencetak penerbang berprestasi untuk bersaing di kancah nasional maupun internasional.