Sejumlah perusahaan telekomunikasi terkemuka yang berada di bawah naungan ekosistem Grup Protelindo resmi melanjutkan fasilitas pinjaman bergulir (revolving loan) dari PT Bank Mizuho Indonesia dengan nilai total mencapai Rp1,5 triliun. Entitas yang terlibat dalam perjanjian pendanaan ini mencakup PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), serta PT BIT Teknologi Nusantara dan PT Iforte Energi Nusantara.

Dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, manajemen IBST menegaskan bahwa langkah ini merupakan transaksi afiliasi dan material. Kesepakatan ini didasari oleh struktur kepemilikan yang saling terikat dalam satu grup usaha. Sebagai jaminan atas fasilitas kredit tersebut, Protelindo bertindak sebagai penjamin korporasi guna memastikan seluruh kewajiban para peminjam terpenuhi sesuai dengan perjanjian yang telah diperbarui.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa fasilitas kredit ini sejatinya telah diinisiasi sejak 9 Desember 2022 dan kini dilakukan perpanjangan jangka waktu. Meski melibatkan afiliasi, perseroan memastikan bahwa transaksi ini tidak memiliki benturan kepentingan, merujuk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42. Struktur pemberian kredit ini dinilai strategis karena mampu memberikan syarat dan kondisi pembiayaan yang lebih kompetitif bagi para entitas peminjam.

Terkait kondisi operasional, perseroan menekankan bahwa dukungan pendanaan ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kelangsungan usaha maupun kondisi finansial perusahaan. Hingga saat ini, saham IBST dan SUPR di pasar modal masih berada dalam status suspensi oleh otoritas bursa, sementara saham induk perusahaan, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), mencatatkan performa perdagangan yang positif di tengah dinamika pasar.